bieNveNue suR moN bLog

Merci de visiter mon blog fiLLe
je l'espère peuvent vous aider

Kamis, 29 Maret 2012

NEOMISIN


Neomisin sulfat (USP 29) : garam sulfat dari satu jenis neomisin, suatu zat antibakteri hasil pertumbuhan Streptomyces fradiae (Streptomycetaceae), atau campuran dari dua atau lebih garam-garam semacam itu. Neomisin sulfat mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 600 mikrogram neomisin per mg, dihitung berdasarkan basis kering. Serbuk berwarna putih sampai agak kuning, atau padat cryodessicated,  tak berbau atau praktis tak berbau, dan higroskopis. Larut 1 bagian dalam 1 bagian air, sangat sukar larut dalam alkohol, tidak larut dalam aseton, kloroform dan eter. Larutan dalam air yang  mengandung neomisin setara dengan 3,3% mempunyai pH antara 5,0 dan 7,5. Penyimpanan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Indikasi: 1. Infeksi kulit, luka terpotong ringan/kecil, luka parut, luka bakar. 2. Infeksi okuler.
Dosis: Anak-anak dan dewasa: sejumlah kecil obat dioleskan secara topikal pada daerah yang terkena tidak lebih dari 2-3 kali sehari, dapat ditutup dengan perban steril.
Farmakologi: Absorbsi oral:jelek (3%). Absorbsi perkutaneus: terbatas, pemberian topikal neomisin dalam petrolatum menghasilkan kadar obat dalam urin atau serum yang kecil tak terdeteksi.4 Distribusi:volume distribusi:0,36 L/kg. Metabolisme:sedikit di hati; waktu paruh eliminasi (tergantung pada usia dan fungsi ginjal pasien):3 jam; waktu untuk mencapai kadar puncak dalam serum:oral:1-4 jam. Ekskresi:feses (97% dari dosis oral sebagai bentuk tak berubah); urin (30-50% dari obat yang terabsorbsi sebagai bentuk tak berubah).
Stabilitas penyimpanan: Obat disimpan dalam wadah tertutup pada suhu kamar, terhindar dari panas, kelembaban dan cahaya langsung.
Kontraindikasi: Hipersensitivitas terhadap neomisin, komponen-komponen lain dalam formulasi atau aminoglikosida lainnya.
Efek samping: Efek samping pada pemberian topikal (>10%), dermatologis, dermatitis kontak.
Interaksi dengan obat lain: Neomisin oral dapat memperkuat efek antikoagulan oral (efek potensiasi). Efek samping neomisin dapat meningkat bila diberikan bersama obat-obat nefrotoksik, ototoksik atau neurotoksik; mengurangi absorpsi gastrointestinal digoxin dan metotreksat.
Peringatan: Digunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi pendengaran, gangguan neuromuskuler. Neomisin lebih toksik daripada aminoglikosida lainnya bila diberikan secara parenteral; jangan diberikan melalui rute parenteral. Neomisin topikal adalah suatu pemicu sensitisasi kontak dengan sensitivitas terjadi pada 5%-15% pasien yang diobati dengan obat ini; gejala-gejala termasuk gatal, kemerahan, edema, dan kegagalan penyembuhan; jangan digunakan sebagai peritoneal lavage karena adsorpsi obat yang bermakna secara sistemik.
Preparat dagang: Betnovate N®/Apolar N®, Benoson N®, Berloson N®, Betason®, Bevalex®, Bioplacenton®, Blesidex Ear Drops®, Centabio®, Cinolon N®, Decoderm 3®, Denomix®, Desolex N®, Fasolon®, Inmatrol®, Kenetrol®, Maxitrol®, Mytaderm®, Nebacetin®, Nelicort®, Neocortic®, Neofen®, Neosinol®, Neosyd®, Netracin®, Nufacort®.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar