bieNveNue suR moN bLog

Merci de visiter mon blog fiLLe
je l'espère peuvent vous aider

Rabu, 21 Maret 2012

TEORI EMULSI

Defenisi Emulsi

1.      RPS 18th ; 298, 1534
-          Emulsi adalah sistem terdispersi yang mengandung paling sedikit dua fase cairan yang tidak saling bercampur. Kebanyakan emulsi yang berlaku dalam farmasi menggunakan partikel terdispersi dengan jarak diameter dari , 0,1 - 100 μm.
-          Emulsi adalah sistm dua fase yang disiapkan oleh penggabungan dua cairan yang tidak saling campur, dimana salah satunya terdispersi seragam dalam cairan lainnya terdiri dari globul-globul dengan diameter yang sama atau lebih besar dari partikel koloidal yang paling besar.
2.      LACHMAN ; 502
Emulsi adalah campuran yang tidak stabil secara termodinamika yang pada dasarnya mengandung dua cairan yang tidak saling campur.
3.      FI III ; 9
Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dngan pengemulsi atau surfaktan yang cocok.
SCOVILLE’S ; 314
Emulsi digunakan dalam farmasi adalah sediaan yang terdiri dari dua cairan yang tidak saling bercampur, dimana salah satunya terdispersi secara seragam, sebagai tetesan kecil dalam pelarut lainnya.
4.      FARFIS ; 553
Emulsi adalah sistem yang tidak stabil secara termodinamika terdiri dari dua atau lebih fase larutan yang tidak saling bercampur, dimana salah satunya terdispersi sebagai globul-globul dalam fase cair lainnya.

Emulsi Dikatakan Sistem Yang Tidak Stabil Secara Termodinamika (Lachman; 504)
Dispersi halus dari minyak dan air memerlukan daerah kontak antarmuka yang luas dan untuk mnghasilkan hal ini memerlukan kerja yang sama dengan hasil dari tegangan antarmuka dan perubahan luas. Berbicara tentang termodinamika, kerja ini adalah energi bebas antarmuka yang diberikan ke sistem. Suatu energi bebas antarmuka yang tinggi cenderung untuk mengurangi daerah antarmuka, pertama dengan membuat tetesan yang dianggap sebagai suatu bentuk bulat (luas permukaan minimum untuk diberikan volume) dan kemudian membuat tetsan-tetesan tersebut bergabung (dengan hasil yang menurun dan jumlah tetesan). Ini adalah alasan untuk menerangkan kata “tidak stabil secara termodinamika” dalam defenisi emulsi klasik.

Pembentukan dan Pemecahan Tetesan Cair Terdispersi  (RPS 18th ; 299)
Suatu emulsi ada sebagai hasil dari dua proses yang berlawanan, yaitu dispersi dari salah satu cairan  yang lain dalam bentuk tetesan-tetesan dan dengan kombinasi dari tetesan ini untuk membentuk kembali cairan massa awal, proses pertama meningkatkan energi bebas sistem, sementara yang kedua untuk menurunkan energi bebas. Karena itu, proses kedua terjadi secara spontan dan berlanjut hingga pemecahan sempurna atau fase massa terbentuk kembali.
Hal ini sedikit digunakan unrtuk membentuk emulsi yang terdispersi dengan baik jika pemecahannya cepat. Demikian pula, kecuali perhatian cukup diberikan untuk mencapai dispersi yang optimal selama penyediaan, kestabilan dari sitem emulsi dapat dikompromikan dari awal. Dispersi dibuat dengan mesin yang didesain dan dioperasikan dngan baik, mampu mengahasilkan tetsan dalam periode waktu yang relatif pendek.

Proses Dispersi untuk Membentuk Tetesan
Dianggap 2 fase cair yang tidak saling bercampur dalam tabung uji. Untuk mendispersikan cairan yang sah sebagai tetesan dalam cairan yang lain antarmaka antara cairan harus diganggu dan saling memasuki sampai tingkat yang cukup sehingga jari-jari atau benang dari cairan yang sah melewati cairan yang ke dua dan sebaliknya. Benang-benang ini tidak stabil dan menjadi bentangan. Bentangan-bentangan ini memisah dan menjadi bulat seperti yang ditunjukkan pada gambar. Tergantungan dari pengadukan, kecepatan geser yang digunakan. Tetesan yang lebih besar juga terpisah menjadi benang-benang kecil yang kemudian menghasilkan tetesan yang lebih kecil.
Waktu pengadukan adalah penting. Ukuran dari tetesan-tetesan menurun secara cepat pada beberap detik pertama dari pengadukan. Range batasan ukuran secara umum dicapai 1 sampai dengan 5 menit dan dihasilkan dari jumlah koalesen tetesan yang ekuivalen terhadap jumlah tetesan baru yang terbentuk, sehingga tidak ekonomis untuk kelanjutan pengadukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar